Google+ Followers

Home » » Sinopsis Love Rain Episode 2

Sinopsis Love Rain Episode 2

http://izpurnama.blogspot.com/
»Sinopsis Love Rain Episode 2« . . . .


Band In-ha, Dong-wook dan Chang-mo pentas di sebuah festival. Semua orang menikmati penampilan mereka. Setelah selesai pentas mereka bermain permainan di tempat itu. Mereka bermain lempar. Pernah tahu nggak? Jadi ada papan berdiri yang sudah dilubangi. Nah, kepala salah satu pemain masuk ke lubang itu, dan yang lain melemparinya dengan balon yang berisi air, siapa yang bisa kena sasaran kepala, dia yang menang.

Dan Chang-mo adalah si ‘lucky boy’. Semua ketawa-ketawa melihat Chang-mo dikerjain. Lalu mereka menonton Dong-wook karate.

Hye-jung, Yoon-hee dan In-ha kemudian bermain panahan. Cara mainnya, nama orang yang disukai ditulis di secarik kertas, lalu balon hati ditaruh diatasnya.. Kalau kata penjaganya, kalau bisa memanah hati itu, cintamu sama orang yang ditulis di kertas akan terwujud. Selain itu, siapa yang berhasil memanah balon hati itu dia akan mendapatkan boneka Hye-jung mencobanya, dia berkata pada In-ha kalau dia hanya ingin bonekanya. In-ha mencobanya dua kali sampai balon hati-nya tertembak.

Yoon-hee juga ikutan permainan itu. Tembakan pertama In-ha gagal. Dia mencoba yang kedua, gagal juga. Yoon-hee masih berharap In-ha bisa menembaknya, tapi dia tidak yakin. Tembakan ketiga, In-ha berkonsentrasi penuh, tapi tiba-tiba Dong-wook dan Chang-mo datang. Hadeh, gangguin aja ini orang-orang. Melihat nama Yoon-hee yang ditulis di situ, Dong-wook ingin mencobanya, tapi In-ha menolak memberikan panahnya ke Dong-wook. Dan tembakan ke tiga... kena!!! Chang-mo heran melihat In-ha yang benar-benar serius. Sebenarnya yang dipake nembak bukan panah, soalnya gak ada busurnya. Alat menembaknya berupa selongsong bambu, yang didalamnya ada kayu kecil panjang seperti anak panah. Lebih mirip pistol sih, tapi isinya bukan peluru. Lah kok malah ngomongin yang lain.

Masih di tempat yang sama, mereka berenam minum-minum. Minumannya seperti soju, dan lucunya, tempat minumnya bukan gelas, tapi mangkok kecil dari logam berwarna emas. Jadi inget teko emas kecilnya nenek. Hehe. Mereka berenam main menyebut kata dengan cepat. Siapa yang tidak bisa menyebut kata dengan cepat, dia kalah. Yang kalah harus menjawab pertanyaan dari yang lain. In-ha kalah, Hye-jung bertanya, “Kau penah berkata alasan kau tidak akan melukis potret seseorang, adalah karena kau ingin melukis seseorang yang kau cintai. Apa kau masih memegang kata-kata itu?”. In-ha mengiyakan. Hye-jung melirik Yoon-hee, benarkan kataku..

Permainan selanjutnya Dong-wook yang kalah. Hye-jung bertanya apa yang membedakan Yoon-hee dengan gadis-gadis lain yang pernah dia kencani? Dong-wook menjawab, itu dari hatinya, “Kali ini aku serius.”. Semuanya tidak percaya. Dong-wook sepertinya sudah punya cap playboy. Hye-jung sedikit mempercayainya, karena Dong-wook pernah menyatakan ‘Cinta berarti tidak perlu mengucapkan maaf. Cinta datang dari hati, karena cinta datang dari hati, kamu tak perlu mengucapkannya.’. Dong-wook mengaku, kalau itu adalah kata-kata In-ha. Yoon-hee kaget mendengarnya. “Yoon-hee berkata kalau dia menyukaimu karena kau mengucapkannya.”kata Hye-jung. Semuanya diam, merasa tidak enak. Suasana yang mulai tegang dicairkan lagi dengan adanya kembang api.

Mereka melanjutkan senang-senang dengan menari. Hye-jung menarik In-ha untuk berpasangan dengannya. Sebelumnya, Dong-wook berkata pada In-ha kalau malam ini dia ingin menyatakan cinta pada Yoon-hee. In-ha kaget mendengarnya.

Mereka mulai menari, tarian ini tari berpasangan. Tapi setiap orang akan berputar dan berganti pasangan. Awalnya, Yoon-hee berpasangan dengan Dong-wook lalu tiba giliran In-ha menari dengan Yoon-hee. Mereka berdua sama-sama canggung. Ketika harus berganti pasangan lagi, In-ha memegang tangan Yoon-hee, tidak mau melepasnya.
“Aku ingin memintanya untuk tidak pergi. Saat itu, aku tahu kalau aku tidak bisa menghentikan diriku apapun yang terjadi”.

Pesta usai, semua orang mulai keluar dari ruangan menari. Tiba-tiba papan yang digunakan sebagai hiasan di pintu masuk roboh, tepat saat Yoon-hee ada di bawahnya. In-ha langsung melompat melindungi Yoon-hee. In-ha yang akhirnya tertindih papan. Badannya jatuh di posisi yang tidak tepat, sehingga membuat tangannya kesakitan. Wah, jangan-jangan tangan In-ha patah, trus dia gak bisa ngelukis lagi. Oh, no..

Di rumah sakit semua mengkhawatirkan In-ha, apalagi Yoon-hee. Yoon-hee tegang sekali, merasa bersalah dengan In-ha serta takut In-ha kenapa-kenapa. Candaan In-ha juga tidak bisa membuatnya sedikit tersenyum. Yoon-hee takut sekali hal yang buruk menimpa In-ha, orang tua Yoon-hee meninggal dalam kecelakaan mobil karena menyelamatkannya.

Lagi, Chang-mo melihat keseriusan In-ha yang sangat peduli dengan Yoon-hee. Sesampainya di asrama, Chang-mo menginterogasi In-ha, “Apa tidak ada yang mau kau ceritakan dengan teman sekamarmu ini? misalnya masalah dengan perempuan? Atau... masalah dengan perempuan? Kalau bukan itu, lalu.. masalah dengan perempuan?”. Hahaha, Chang-mo sebenernya bingung gimana caranya membantu sahabat-sahabatnya.

In-ha mencoba melukis dengan tangannya yang di gips, tapi gagal. Akhirnya dia keluar dari ruang lukisnya. Di luar dia bertemu Yoon-hee yang membawa bekal makanan.

Di cafe, Chang-mo sedang menyanyi. In-sook dengan genitnya kedip-kedip ke Chang-mo. Chang-mo kesel melihat kelakuan In-sook. Hye-jung bertanya pada Chang-mo bagaimana keadaan In-ha. Chang-mo menjawab In-ha memang agak kerepotan karena makan ataupun memakai baju dia harus dibantu oleh orang lain. Chang-mo melihat In-sook yang sedang menumpuk batang korek api. “In-sook, Ini tidak ada hubungannya denganku, kan?”kata Chang-mo sambil menunjuk batang korek api yang ditumpuk jadi tinggi. Ding dong dang (artinya ‘benar’). “Mereka bilang kalau kau membuat menara dengan 100 batang korek api, harapanmu akan terwujud.”kata In-sook. Chang-mo memastikan lagi, itu bukan harapan yang berhubungan denganku, kan?. “Ding dong dang, ini agar kita mencintai satu sama lain.”. In-sook menghitung batang korek apinya, sudang 100 batang. Chang-mo langsung saja mengambil batang korek yang paling bawah sehingga menara yang sudah susah payah dibuat oleh In-sook roboh. Dia juga mengambil beberapa korek api, jadi batang korek nya gak pas 100 buah. In-sook ngambek, kau jahat sekali. Hye-jung juga berkata kalau kelakuan Chang-mo itu kejam.

In-ha ngobrol dengan Yoon-hee di taman, Yoon-hee memberikan makanan yang dia buat sendiri, isinya Kim-bab. In-ha menolaknya, dia berkata harus pergi ke suatu tempat. In-ha berkata begitu tapi ekspresi wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya. Yoon-hee mengerti, dia beranjak pergi. “Semoga kau cepat pulih.”. In-ha menghentikan Yoon-hee saat dia akan pergi, apa kau punya waktu? Aku membutuhkan bantuan.

Yoon-hee dan In-ha datang ke tempat penjual gitar. Penjual gitar mengira Yoon-hee adalah pacar In-ha. In-ha mengambil gitar barunya dan ingin mencoba suara gitar itu. Yoon-hee berkata kalau dia tidak bisa main gitar. Akhirnya, In-ha yang memainkan kunci dengan tangan kirinya, dan Yoon-hee yang menggenjreng (ngerti maksudku, kan?). Kemudian mereka berdua menyanyi bersama. Soo sweet.

Saat kembali mereka berbincang-bincang sebentar, Yoon-hee berkata dia benar-benar ingin menonton film ‘Love Story’ karena orang tuanya menyukai film itu, tapi sepertinya film itu sudah tidak ada di bioskop. In-ha meminta maaf, Yoon-hee tidak bisa nonton pasti karena dia. Yoon-hee berkata, mereka bilang cinta berarti tidak perlu mengucapkan maaf. Yoon-hee tidak sengaja mengucapkan itu. “Umm.. ini bukan berarti kalau aku mencintaimu.”kata Yoon-hee lagi. In-ha mengajak Yoon-hee menonton film itu sekarang.
Tapi benar saja, bioskop sudah tidak memutar film itu lagi. Mungkin masih ada di bioskop pinggir kota, “Kalau aku menemukan bioskop yang masih memutarnya, maukah kau pergi bersamaku untuk melihatnya?”tanya In-ha. Yoon-hee mengiyakan.

Di cafe, Chang-mo juga ikut-ikutan seperti In-sook, membuat menara dari batang korek api. Hye-jung yang sedang bersamanya bertanya apa yang kau inginkan. Dengan asal-asalan Chang-mo menjawab itu untuk kejayaan negara dan orang-orangnya. Hihihi..

Dong-wook datang memberitahukan kepada mereka semua kalau tanggal untuk show di radio sudah diputuskan. Dong-wook mencari In-ha untuk mengabarinya juga.

In-ha dan Yoon-hee ada di ruang melukis In-ha. Yoon-hee menyuruh In-ha memakan bekalnya, tapi In-ha ingin mereka makan bersama-sama. Yoon-hee tersenyum malu-malu. Yoon-hee melihat sketsa awal seorang perempuan di kanvas In-ha. Inha buru-buru menambil gambar itu dan membaliknya. “Ini Hye-jung, dia memaksaku untuk melukis dirinya.”kata In-ha berbohong. Yoon-hee sedih, dia pamit untuk pergi. In-ha menahannya, “Jangan pergi, tetaplah di sini dan makan bersamaku.”. Lalu In-ha pergi mengambil air.

Yoon-hee sedih, teringat perkataan Hye-jung kalau In-ha hanya melukis orang yang dia cintai. Lalu, Yoon-hee melihat sebuah lemari yang terbuka, lemari tempat In-ha menyimpan lukisan-lukisannya, termasuk lukisan potret Yoon-hee. In-ha teringat dia belum menutup rapat lemari lukisannya. Dia cepat-cepat berlari ke ruangannya. Di ruangan lukis, Yoon-hee sudah membuka lemari In-ha, dia melihat-lihat lukisan In-ha. Tidak sengaja Yoon-hee menjatuhkan lukisan-lukisan itu, lukisan dirinya. In-ha datang melihat Yoon-hee yang melihat lukisan dirinya. Yoon-hee merasa malu, lalu dia cepat-cepat keluar dari ruangan itu.
In-ha terdiam, kaget dengan kejadian ini. In-ha lalu berlari keluar menyusul Yoon-hee.

Di luar Yoon-hee senyum-senyum, senang melihat dirinya dilukis In-ha.
In-ha menjelaskan, “Lukisan itu, aku..”.
Teman-teman In-ha berada di sekitar mereka, In-ha dan Yoon-hee menyadarinya. In-ha dan Yoon-hee membalik badan agar mereka tidak ketahuan. In-ha mulai salah tingkah. Yoon-hee berkata akan mendengarnya lain kali. Tapi In-ha ingin mengatakannya sekarang. “Aku tidak ingin kau salah faham. Lukisan itu tidak berarti apa-apa. Gambar itu sama saja seperti pemandangan. Kamu datang sebagai pemandangan saat aku akan melukis hari itu.” In-ha benar-benar berbohong. Yoon-hee yang awalnya sangat senang sekarang berubah jadi sangat sedih.
“Selain itu, tanganku sudah membaik, jadi kau tidak perlu membuatkanku makanan lagi. Temanku mungkin bisa menyalah artikan. Yang paling penting, aku tidak mau Dong-wook salah faham. Dia adalah teman yang paling penting untukku.”. Setelah mendengar itu, Yoon-hee pergi dengan sedih.

Chang-mo datang ke ruang lukis In-ha, dia menemukan lukisan In-ha yang bergambar Yoon-hee berserakan. Saat akan membereskannya, Dong-wook dan Hye-jung keburu datang. Chang-mo langsung menyeret teman-temannya itu keluar. Hye-jung bertanya lukisan apa yang berserakan di lantai? Dengan gugup Chang-mo berkata kalau itu bukan apa-apa. “Apa itu lukisan telanjang yang aku dengar?”tanya Dong-wook. “Ii..ya..” kata Chang-mo. Mereka ingin melihatnya, tapi Chang-mo melarangnya habis-habisan.

In-ha kembali ke ruangannya, sedih dia harus berkata seperti itu.
Dong-wook melihat Yoon-hee sedang berjalan, dia lalu berlari mendekatinya.

Chang-mo minum-minum ditemani Hye-jung. Hye-jung bertanya ada apa?. “Kau ingin tahu?. Ini ada X dan Y. X bersama dengan A dan Y bersama dengan B. Jadi AX + BY = 0. Tapi kemudian X dan Y ingin bersama A, jadi AX + AY tidak akan berhasil. (Pusing dah lo..).”jawab Chang-mo.
“Jadi apa maksudnya?”tanya Hye-jung, Hye-jung akan pergi karena Chang-mo tidak mau memberi tahu. Chang-mo melarangnya, siapa yang akan membayar makanannya?. Hye-jung menyarankan panggil saja In-sook. Chang-mo menolaknya. Hye-sung berkata kalau Chang-mo sangat jahat, In-sook sangat menyukai Chang-mo. Apa Chang-mo tidak menyesal?
  . “Aku tidak menyesal, aku cemburu. Aku cemburu karena dia punya keberanian untuk berbicara kalau dia menyukai seseorang. Banyak orang yang tidak bisa melakukannya karena keadaan.”. Hye-jung bertanya keadaan apa? “Banyak. Seperti, kau menyukai seseorang, tapi orang lain sudah menyukai orang itu, atau orang itu menyukai orang lain. Atau mungkin dia tidak dalam posisi untuk menyukainya”. Makin bingung lah itu Hye-jung. “Kalau kau tidak bisa mengatakannya karena alasan seperti itu, itu hanya alasan saja. Alasan untuk tidak ingin terluka. Kalau kau menyukai seseorang, katakan saja. Itu namanya rendahan. Aku akan mengatakannya apapun resikonya, kalau itu aku.”kata Hye-jung.
“Benarkah?”tanya Chang-mo. Hye-jung membenarkan. Hye-jung bertanya siapa yang dibicarakan Chang-mo?. “Aku menyukaimu.” Chang-mo tiba-tiba berkata. Hye-jung bingung, siapa yang suka siapa? Chang-mo hanya diam memandang Hye-jung. Hye-jung akhirnya mengerti. “Aku menyukaimu dari awal. Tapi aku hanya anak desa dengan lima adik. Dan kau menyukai orang lain, jadi aku tidak bisa mengatakannya.” mendengar kata-kata Chang-mo ini Hye-jung hanya diam saja. Sekarang Chang-mo bingung, apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

Dong-wook terus saja mengikuti Yoon-hee. Yoon-hee kesal dan meminta Dong-wook untuk berhenti. Huwa, marahnya Yoon-hee tetep aja kalem. “Berhenti mengikutimu, atau menyukaimu?”tanya Dong-wook. Yoon-hee lebih marah lagi, “apa yang kau sukai dariku? kau bahkan tak tahu apapun tentangku”.
Dong-wook menebak kalau Yoon-hee menyukai seseorang, itulah mengapa, Yoon-hee menyukai seseorang yang Dong-wook kenal. Ding song dang. Yoon-hee diam saja mendengar tebakan Dong-wook yang tepat. “Ibuku, yang meninggal saat aku kecil. Bisakah ini jadi alasannya?”, Dong-wook menjawab pertanyaan Yoon-hee kenapa dia menyukainya. Yoon-hee kaget, orang tuanya juga sudah meninggal saat dia kecil.

Tiba-tiba hujan turun, Dong-wook langsung menarik Yoon-hee untuk berteduh. “Apa kau mau berkencan denganku? Mari kita berkencan.”pinta Dong-wook.

In-ha terdiam memandangi lukisan Yoon-hee milik nya.
Awal dari seseorang, adalah akhir dari orang lain. Hanya butuh 3 detik untuk mencintai seseorang pertama kali. Tapi untuk berhenti mencintainya, tidak mungkin hanya 3 detik. Di hari itu, seseorang menjadi pengecut. Seseorang menjadi jujur. Yang lain, hatinya berbunga-bunga. Dan itu adalah pemuda-pemuda yang akan tersakiti dari kita semua.

In-ha mencari rumah Yoon-hee, ingin menyatakan hatinya yang sesungguhnya, tapi dia melihat Yoon-hee diantar pulang oleh Dong-wook. Yoon-hee terlihat senang. In-ha pun patah hati.

Para anggota band kita sudah bersiap-siap berangkat ke tempat show. Mereka menunggu para gadis untuk berangkat bersama-sama. Chang-mo ingin segera naik, yang lain mengira kalau Chang-mo ingin menjauhi In-sook. In-ha menyarankan kalau tak ingin bersama In-sook, Chang-mo duduk dengan Hye-jung saja. Chang-mo berkata dia tidak mau duduk dengan Hye-jung, “kalau aku dengan Hye-jung, aku akan merasa mual karena parfum dan make-up nya. Dan dia juga cerewet sekali. Lagipula, In-sook seribu kali lebih baik dari Hye-jung.”. Hohoho, padahal Hye-jung dibelakangnya, jalan dengan In-sook. “Benarkah?”tanya Hye-jung yang mengagetkan Chang-mo. In-sook menepuk-nepuk Chang-mo karena dia memujinya.

Tinggal Yoon-hee yang belum datang. Dong-wook berkata dia mungkin tidak datang. “Aku memintanya kencan denganku. Aku berkata padanya kalau dia datang, berarti dia menjawab ya. Kalau dia menolak, berarti dia tidak datang”.

Chang-mo dengan dua gadis-gadis naik ke kereta. Chang-mo bingung mau duduk dengan Hye-jung atau dengan In-sook. Akhirnya dia memilih duduk dengan In-sook. Hye-jung bertanya apa Yoon-hee benar-benar tidak datang? Chang-mo bergumam sendiri, sebaiknya dia datang atau tidak? Kalau dia datang tidak baik, kalau dia tidak datang tetap saja buruk.

Kereta sudah akan berangkat, In-ha dan Dong-wook menunggu di luar. Tapi Yoon-hee belum juga datang. Dong-wook menyerah, dia naik ke kereta. In-ha menunggu untuk ynag terakhir kalinya, kalau tidak hari ini, aku mungkin tidak akan pernah lagi melihatnya.
Kereta sudah mulai jalan, saat Yoon-hee datang. In-ha menyuruhnya lari. Yoon-hee lari lalu dengan bantuan In-ha dia berhasil naik kereta. Mereka berdua sempat hampir berpelukan karena lorong kereta yang sempit.

Teman-teman yang lain melihat Yoon-hee, lalu memberinya selamat. Berarti sekarang Dong-wook dan Yoon-hee resmi berkencan. In-ha sedih mendengarnya.

Setelah naik kereta, mereka harus melewati jembatan yang disusun oleh batu-batu. Jembatan itu sempit sekali. In-ha memandang Yoon-hee yang berjalan di depannya. Yoon-hee dibantu Dong-wook membawakan tasnya. Hye-jung juga jalan berpegangan pada In-ha. Lalu, In-sook karena ketakutan akhirnya digendong oleh Chang-mo.

Setelah sampai, mereka bermain-main sebentar di tepi pantai. Mereka lalu bermain petak umpet. Dong-wook yang jaga. Chang-mo sudah mendapat persembunyian, dia duduk di semak-semak. Datang In-sook dan Hye-jung. Chang-mo mengajak In-sook ikut duduk di situ, dan Hye-jung pergi.

Yoon-hee pergi bersembunyi dibalik kain-kain yang sedang dijemur. Ternyata di situ sudah ada In-ha. Dengan canggung In-ha mengucapkan selamat kepada Yoon-hee. Dengan sedikit sinis Yoon-hee berterima kasih, ini yang orang-orang mau, “Aku pikir, ini yang orang-orang inginkan untukku. Berkencan dengan Dong-wook. Kau bahkan beberapa kali mengatakannya.“. tidak tahan, Yoon-hee keluar dari situ.

Di persembunyian, In-sook memandang Chang-mo penuh harap sambil mengecap-ngecap bibirnya. Minta dicium, dia. Awalnya Chang-mo nggak ngeh, dan hampir tergoda. Lalu tiba-tiba dia berdiri dari persembunyiannya. Chang-mo ketangkep.

Dong-wook meminta maaf karena sudah menceritakannya pada teman-temannya. Dia berpikir Yoon-hee tidak akan datang. Dong-wook senang sekali karena Yoon-hee datang.
Giliran Chang-mo dan Hye-jung. Hye-jung ingin bicara soal masalah mereka berdua. “Aku tahu. Kau menyukai In-ha sejak lama. Sejak lama. Sekali.”. Hye-jung mengiyakan, lalu meminta maaf. Chang-mo melemparkan keranjang bambu pada Hye-jung, kalau kau menyesal, carikan makanan. Hye-jung mengiyakan, lalu dia berterimakasih karena Chang-mo sudah memberitahunya. “Kalau begitu carikan lebih banyak lagi.”kata Chang-mo setengah berlari, ingin pergi dari situ.

Mereka berenam makan-makan, lalu Dong-wook, In-ha dan Chang-mo mulai bernyanyi. Semua menikmatinya. Untuk lagu kedua, Hye-jung ingin mendengar lagu yang diciptakan In-ha. In-ha berkata itu belum selesai, tapi dia akan menyanyikan yang sudah dia selesaikan.
In-ha berkata kalau dia ingin mengatakan sesuatu pada teman-temannya, dia ingin mengatakannya ketika semua orang berkumpul. In-ha bukan akan mengatakan dia tidak akan pergi ke perlombaan. “Apa kau menulis lagu yang nantinya akan disensor?”. In-ha juga bilang bukan.
In-ha berkata dia akan mengatakannya setelah menyanyikan lagu kedua. Lagu itu berjudul Sarang Bi a.k.a Love Rain. Lagunya bagus banget..

Arti liriknya kira-kira seperti ini,
Di hujan sore hari, aku melihatmu
Sudah sejak lama aku ingin melihatmu
Kamu tidak membawa payung, jadi aku memintamu
‘Datanglah ke dalam payungku.’
Hujan cinta akhirnya turun

Yoon-hee menyadari, kalau itu adalah cerita dirinya denga In-ha saat hujan dan berpayung bersama. Semua orang memuji lagu In-ha. Dong-wook bertanya siapa yang kau pikirkan ketika kau menulisnya? Semua orang juga bertanya-tanya siapa. “Apa dia 3 detikmu? Apa yang ingin kau katakan adalah gadis di lagu itu?”tanya Dong-wook. In-ha diam saja.

“Aku akan mengatakannya. Aku...”

=» Bersambung




Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Copyright © 2013. Iz blog - All Rights Reserved